Tingginya Tingkat Pengangguran di Indonesia

posted in: fakta dunia kerja | 0
Share This
Facebooktwittergoogle_pluspinterest

Oleh Petrus Edi Santoso

Tingginya Tingkat Pengangguran di Indonesia

Tingginya Tingkat Pengangguran di Indonesia

Pengangguran.
Pastinyalah sudah sering mendengar. Baik diberitakan dalam televisi, koran, atau dalam materi pelajaran sekolah. Memang yang kita dengar hanya istilah, tidak dijelaskan dengan tuntas apa itu pengangguran. Mari kita simak baik-baik apa itu pengangguran.
Sebelum membahas kata “pengangguran”, perlu dipahami dulu apa itu “angkatan kerja”.
Angkatan kerja (manpower) adalah seluruh penduduk yang berada dalam usia kerja (berusia 15 hingga 64 tahun) yang potensial dapat memproduksi barang dan jasa.

Nah, apakah kalian sudah termasuk dalam angkatan kerja, berusia di atas 15 tahun?
Jika ya, itu artinya kalian sudah dianggap potensial untuk memproduksi barang atau jasa.
Atau kalian sudah dapat bekerja.

Coba kalian tanya pada diri sendiri, apakah kalian sudah siap bekerja?
Syukurlah jika jawabannya: YA SIAP.

Apakah semua angkatan kerja di Indonesia ini sudah benar-benar bekerja?
Jawabannya tidak.
Tidak semua angkatan kerja dalam keadaan memiliki pekerjaan. Nah yang tidak atau belum memiliki pekerjaan inilah yang disebut PENGANGGURAN.

Secara detailnya, Pengangguran adalah angkatan kerja yang:
– tidak bekerja sama sekali karena keadaan fisik (misalnya sedang sakit) atau tidak mungkin bekerja,
– belum bekerja karena sedang mencari kerja dan belum mendapatkannya,
– belum bekerja karena sudah mendapat atau mempersiapkannya tapi belum memulainya,
– berhenti bekerja dan sedang menunggu proyek pekerjaan selanjutnya,
– berhenti bekerja karena PHK atau pensiun,
– bekerja kurang dari dua hari selama seminggu,
– tidak ingin bekerja karena memang tidak ingin (misalnya ibu rumah tangga),
– belum bekerja karena malas mencarinya atau memang malas bekerja,
– belum bekerja karena belum membutuhkan pekerjaan (misalnya masih sekolah atau ada kepentingan lain),
– atau memang tidak bekerja dan memilih menggantungkan diri pada orang lain.
mungkin kalian bisa menambahkan sendiri detailnya.

Berdasarkan jam kerjanya, pengangguran ada 3 macam, yaitu :
a) Pengangguran Terbuka (Open Unemployment)
adalah angkatan kerja yang sama sekali tidak mempunyai pekerjaan.

b) Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment)
adalah angkatan kerja yang sudah bekerja, namun tidak optimal karena alasan tertentu. Jumlah tenaga kerja berlebihan untuk suatu pekerjaan meskipun sebenarnya dapat dikerjakan oleh sedikit orang saja.

c) Pengangguran Setengah Menganggur (Under Unemployment)
adalah angkatan kerja yang sudah bekerja, namun tidak optimal karena jenis pekerjaan yang tidak kontinyu, bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.

Fakta yang berkaitan dengan pengangguran:
1. Data penduduk berumur 15 tahun ke atas menurut jenis kegiatan tahun 2014 – 2015 (BPS)

Data penduduk berumur 15 tahun ke atas menurut jenis kegiatan tahun 2014 – 2015 (BPS)

2. Pada 2020, Indonesia harus menghadapi 30 juta tenaga kerja baru (Liputan6.com)
3. Memasuki masa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau pasar bebas ASEAN
4. Pengangguran Terbuka menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan 2015 (BPS)

Pengangguran Terbuka menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan 2015 (BPS)

Dari pembahasan dan fakta di atas, yang patut digarisbawahi adalah:
1. Timbulnya pengangguran menunjukkan dengan tegas bahwa jumlah lapangan pekerjaan lebih kecil dibandingkan dengan pencari kerja. Lebih tajam lagi, pengangguran yang tinggi menunjukkan tingkat persaingan mencari pekerjaan juga tinggi.
2. Sebagai angkatan kerja, terlebih yang masih menimba ilmu dalam dunia pendidikan, sebaiknya lebih waspada dan mempersiapkan diri.
3. Kesiapan siswa / mahasiswa perlu dibantu dan didukung oleh keluarga, pihak sekolah, pihak swasta.

 

Semoga artikel Tingginya Tingkat Pengangguran di Indonesia ini bermanfaat.

Sumber gambar: monitorday.com

Save

Save

Save

Save

Save

Share This
Facebooktwittergoogle_pluspinterest

Leave a Reply