Menambah Nilai Plus Sekolah Menuju Indonesia Jaya

Share This
Facebooktwittergoogle_pluspinterest

Oleh Petrus Edi Santoso

Menambah Nilai Plus Sekolah Menuju Indonesia Jaya

Menambah Nilai Plus Sekolah Menuju Indonesia Jaya

Oleh Petrus Edi Santoso

Sekolah yang memiliki nilai plus identik dengan sekolah favorit atau unggulan. Orang tua pasti menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan terbaik. Pandangan umum masyarakat menyebutkan bahwa pendidikan terbaik bisa didapat di sekolah favorit, sekolah yang memiliki nilai plus.

Nilai plus harus diciptakan, harus ada sasaran dan usaha untuk mencapainya. Nilai plus pasti menjadi daya tarik siswa untuk mendaftar. Nilai plus akan menjadi pondasi yang kuat bagi sekolah untuk langgeng dan disegani.

Nilai plus yang diciptakan harus diseleksi sejalan dengan tujuan pendidikan, merupakan prioritas, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha atau dunia industri (disingkat dudi). Kebutuhan dudi tidak statis, berkembang terus menerus. Sekolah perlu meningkatkan kepekaan dan daya responsif terhadap kebutuhan dudi. Pada era yang kompetitif, dudi atau masyarakat akan minilai sendiri sekolah mana yang memiliki nilai plus yang dibutuhkan. Sekolah yang malas melakukan perubahan akan ditinggalkan oleh perkembangan dan kemajuan dudi. Calon siswapun enggan untuk mendaftar.

Nilai plus dengan sendirinya muncul ketika perbaikan proses baik pembelajaran, kedisiplinan, keharmonisan relasi sekolah dengan siswa maupun dengan orang tua siswa, pelaksanaan muatan lokal dan kegiatan yang relevan (Tritjahjo Danny S). Menurut David SW (Desiderata, 2000): pendekatan yang menggunakan atribut-atribut primordial seperti suku, agama, ras, dan lainnya kian tidak efektif. Sudah saatnya pendekatan dilakukan lebih kepada kebutuhan dudi. Pada dasarnya semua sekolah mampu menciptakan nilai plus. Tidak terwujud karena tidak adanya kemauan yang kuat.

Salah satu faktor yang menghambat sekolah untuk melakukan perubahan adalah kurikulum yang terlalu padat dan kurang sesuai. Kurikulum yang padat namun tidak fokus mengakibatkan potensi murid hanya dipancing namun tidak sungguh keluar dan terasah. Potensi yang hanya terpancing ini kadang dianggap bukan potensi, sehingga ditinggalkan. Dan berikutnya tidak ada sama sekali potensi yang kuat dimiliki oleh murid.

Sebagian besar murid yang berprestasi diluar mata pelajaran hanya bisa diraih dengan kursus khusus di luar jam sekolah. Kursus itu dilakukan bertahun-tahun, bahkan dari usia dini. Dan yang bisa melakukan itu hanya orang tua yang memiliki visi yang baik dan mampu financial.

Jika kendala ini dipahami dan dilakukan perubahan yang sesuai, alangkah hebatnya Indonesia dengan jumlah penduduk yang tinggi dan semuanya memiliki potensi khusus. Alangkah majunya Indonesia jika memiliki sumber daya manusia yang berpotensi tinggi. Alangkah eloknya negeri ini karena banyaknya pengusaha mandiri sehingga pengangguran menjadi kecil. Namun perlu dipahami bersama, perlu proses yang harus dibangun dari bawah.

Penyesuaian bisa berupa sebagai berikut:

1. Perampingan beban mata pelajaran yang harus diterima murid.
Menentukan dengan jelas apa tujuan pendidikan saat ini dan minimal 20 tahun ke depan, mau dibawa ke mana pembangunan Indonesia, membutuhkan sumber daya manusia yang bagaimana. Memang inilah yang sulit. Perlu banyak pihak duduk bersama merumuskan topik yang amat penting ini.
Dari tujuan itu kemudian menjabarkan dalam mata pelajaran apa yang diperlukan, beban tiap tingkatan pendidikan.

2. Membuat modul nilai plus yang dapat dipilih sekolah atau murid.
Modul ini dibuatkan agar sekolah dengan mudah memilih mana yang cocok. Perlu ada tim khusus yang mengembangkan modul ini terus menerus secara berkelanjutan. Hendaknya seimbang, terdapat modul yang mengembangkan kejujuran, kemampuan berpikir, berkomunikasi, seni, olahraga, bekerja sama.

3. Dengan adanya perampingan, sekolah atau murid dapat fleksibel memilih nilai plus yang sesuai dengan potensinya masing-masing. Tidak menutup kemungkinan bagi sekolah untuk membuat modulnya sendiri. Sekolah diharapkan tekun dan intensif memancing, melihat potensi murid dan menyediakan sarana belajar yang tepat.

4. Meningkatkan kegiatan antar sekolah, baik kompetisi, kunjungan, saling membantu.

Semoga bermanfaat.

Save

Save

Save

Save

Save

Share This
Facebooktwittergoogle_pluspinterest

3 Responses

  1. Hello! My name is AnnaMarkova, our company need to advertise on your website. What is your prices? Thank you. Best regards, Mary.

  2. Good post! I read your blog often and you always post excellent content. I posted this article on Facebook and my followers like it. Thanks for writing this!

  3. Membicarakan tentang pendidikan tentu hal yang akan kita tuju pertama kali adalah mengenai pendidikan di lingkungan keluarga. Hal ini tentu saja berkaitan dengan salah satu fungsi utama keluarga yaitu sebagai media pendidikan yang pertama kali di kenal. Terlebih saat ini dengan banyaknya penyimpangan yang terjadi di masyarakat, khususnya menyangkut perilaku yang terjadi pada seorang anak dan remaja maka yang perlu dipikirkan pertama kali adalah tentang pendidikan di keluarganya.Masalah-masalah tersebut terjadi karena kurang berjalannya sistem pembelajaran di keluarga sehingga berdampak pada tindakan menyimpang yang dilakukan oleh seorang anak. Nah untuk mengulik hal tersebut maka pada artikel berikut ini kita akan membahas tentang seperti apa pendidikan di keluarga yang layak untuk kita terapkan pada anak sehingga kita dapat melakukan upaya preventif yang terbaik.Pendidikan agama. Agama merupakan tolak ukur yang pasti dapat dikatakan sebagai penentu tingkah laku seseorang. Keimanan dan kepatuhan seseorang khususnya anak pada agama dapat menjadi hal yang sangat baik untuk membentengi seorang dari pengaruh negatif yang berasal dari luar lingkungan keluarga. Pendidikan agama merupakan sebuah hal yang sangat lengkap terkait dengan pendidikan moral, sosial,В  bahkan untuk individu itu sendiri. Jadi kehadirannya sangat mutlak diperlukan dalam sebuah keluarga.Mengajarkan sosialisasi yang terbaik pada anak. Sosialisasi merupakan sebuah hal yang teramat pentingВ  dalam kehidupan yang kita jalani. Dan hal tersebut pertama kali terjadi pada keluarga. Dengan demikian sebuah keluarga yang baik akan dapat mengajarkan kepada seseorang tentang bagaimana bertingkah laku di masyarakat, bagaimana cara bekerja sama dengan orang lain. Dan melalui pendidikan sosialisasi dalam lingkungan keluarga inilah yang kelak membuat seseorang akan mampu dengan baik menempatkan dirinya di lingkungan baru di luar keluarganya.Yang selanjutnya adalah tentang kecakapan-kecakapan yang diperlukan dalam menjalani kehidupan. Disini peranan keluarga sangat penting dalam memberikan pendidikan yang bersifat keduniawian. Mulai dari pelajaran sekolah atau tentang keterampilan hidup lainnya.Cara Mengatasi LupaMetode pendidikan yang dapat kita aplikasikan dalam sebuah keluarga memang sangat bervariasi saat ini sesuai dengan keadaan dan kondisi masing-masing. Namun jika hal-hal yang saya sebutkan di atas mampu terealisasikan dengan baik maka akan menciptakan pendidikan keluarga yang efektif dan baik. Merancang Pendidikan Efektif di Keluarga

Leave a Reply