6 Kiat Meraih Etos Kerja Yang Unggul

posted in: tips bekerja | 0
Share This
Facebooktwittergoogle_pluspinterest

Oleh Petrus Edi Santoso

6 Kiat Meraih Etos Kerja Yang Unggul

6 Kiat Meraih Etos Kerja Yang Unggul

Banyak orang membicarakan tentang etos kerja yang harus dimiliki karyawan. Banyak orang mengeluh tentang etos kerja karyawannya yang buruk. Lantas apakah sebenarnya etos kerja itu?
Etos kerja adalah jiwa unik yang dimiliki seseorang dalam melakukan kerja atau yang berkaitan dengan kerja. Etos kerja yang unggul akan otomatis meningkatkan kinerja Anda dan tim Anda. Mari kita simak etos kerja positif dan unggul yang perlu Anda dan tim Anda miliki.

1. Yakinkan Perusahaan Akan Kualitas Kerja Anda
Etos kerja yang pertama ini sangat penting. Jika Anda bisa meyakinkan perusahaan, begitu berkualitasnya hasil kerja Anda, maka kesuksesan tidak perlu dicari, ia akan mengikuti Anda. Tunjukkan kualitas secara menonjol, tidak sekedar bisa.
Kembangkan keterampilan, pengetahuan, keahlian yang membuat perusahaan merasa beruntung memiliki Anda. Perusahaan akan senang dengan adanya Anda. Perusahaan tidak akan membiarkan Anda pindah kerja ke tempat lain di luar perusahaan.
Kualitas meliputi pengetahuan teknis Anda, kemahiran berkomunikasi, kemampuan memimpin, kearifan, kedalaman detail pekerjaan, ide-ide yang cemerlang, dan sebagainya.
Di setiap kesempatan tunjukkan kualitas Anda dengan tulus, rendah hati, dan arahkan untuk kebaikan perusahaan, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan. Nyatakan di saat dan tempat yang tepat kepada orang yang tepat.
Dapatkah Anda ukur seberapa yakin perusahaan akan kualitas kerja Anda? Apakah sudah sesuai dengan kualitas Anda sebenarnya?

2. Antusias dan Kerja Keras
Etos kerja yang kedua ini memberikan sumbangan berharga bagi perusahaan, ia mudah timbul dan mudah tenggelam.
Perusahaan akan mencatat dengan baik siapa saja yang selalu menunjukkan antusias dan kerja keras yang tinggi. Pada saatnya, perusahaan akan memberikan wewenang yang lebih pada karyawan yang antusias dan suka kerja keras.
Lebih sempurna lagi, jika Anda dapat menunjukkan semangat antusias dan kerja keras pada situasi yang tepat. Karyawan pintar dapat dengan lihai menggunakan energinya sehingga ia sungguh terarah untuk kepentingan perusahaan dan tidak terbuang sia-sia.
Semangat antusias ini mudah terlihat dari perilaku Anda sehari-hari. Mulai dari yang tampak pada wajah Anda, cara berjalan, cara berbicara, cara duduk, cara melakukan pekerjaan, dan sebagainya. Atasan yang memperhatikan bawahannya akan dengan mudah mengamatinya.
Karyawan yang antusias dan kerja keras memiliki semangat positif yang dengan mudah dapat menular pada rekannya. Tidak aneh jika perusahaan akan senang mengetahui karyawannya yang antusias dan bekerja keras.

3. Mengenal Satu Sama Lain, Megembangkan dan Memotivasi Tim Kerja
Etos berikutnya berhubungan dengan kenyataan bahwa Anda tidak akan dapat bekerja sendiri. Jika Anda menyadarinya, maka Anda dapat melakukannya dengan mudah. Anda perlu mengembangkan dan memotivasi tim Anda.
Kenali semua orang yang mendukung Anda, Anda memerlukan mereka. Dengan mengenal mereka, komunikasi akan jauh lebih mudah dilakukan. Anda akan memiliki semakin banyak pilihan cara untuk mempengaruhinya. Mengenal adalah gerbang komunikasi Anda yang efektif. Semua orang akan melakukan dengan lebih baik untuk orang yang mau mengenal mereka.
Kembangkan kerja tim. Dengan bekerja bersama dalam satu tim yang kuat, maka pekerjaan akan lebih mudah dan ringan. Pekerjaanpun akan lebih sempurna, karena masing-masing menyumbangkan yang terbaik.
Memotivasi tim kerja seperti mengipasi arang panas, baranya akan menjadi-jadi. Semangat tim yang termotivasi dengan baik akan menjadi tenaga pendorong yang luar biasa.

4. Mengembangkan Komunikasi Dua Arah Dengan Atasan, Bawahan Maupun Dengan Sesama Karyawan
Komunikasi dua arah yang konsisten, jelas, tepat, dan cukup akan mengurangi terjadinya kesalahpahaman. Sering seorang karyawan membuat dalih-dalih yang menunjukkan kurang terjalinnya komunikasi yang baik, seperti:
A : “Itu salah Anda.”
B : “Mengapa saya tidak diberitahu?”
A : “Kenapa tidak tanya?”
Dan saling menyalahkan akan terus menerus terjadi hingga kedua belah pihak kehabisan kata-kata.
Tingkat efektifitas suatu komunikasi dapat dengan mudah terlihat ketika seseorang atau suatu bagian mendapatkan tugas baru yang membutuhkan suatu persiapan dalam waktu yang singkat. Kekompakan akan membuat tugas sulit tersebut mudah dilalui. Namun bagi yang tidak terbiasa berkomunikasi dengan baik, maka akan mudah timbul kesalahpahaman, saling menyalahkan, dan situasi menjadi kacau.
Komunikasi dua arah yang baik tidak hanya sekedar berkata dengan jelas dan enak didengar. Yang paling utama adalah sampainya berita kepada orang yang dituju dengan baik. Kadang berita pahitpun harus Anda katakan. Untuk dapat berkomunikasi dengan baik Anda perlu menguasai logika berpikir yang baik.

5. Mendengar dan Bertanyalah
Kembangkan keterampilan mendengar Anda, dengan siapapun, baik itu atasan, rekan kerja, maupun bawahan Anda. Mendengar tidak sekedar mendengar, tetapi tangkaplah maksud yang terkandung di dalamnya dengan baik. Kesediaan Anda mendengar akan memperlancar pekerjaan orang lain dan Anda sendiri.
Budaya mau bertanya agaknya masih belum dimiliki banyak orang. Kadang perasaan enggan, takut, gengsi, malu, merasa sudah tahu membuat orang tidak bertanya. Padahal bertanya kepada orang lain di perusahaan Anda sendiri sebetulnya gratis. Justru kesalahan akibat tidak bertanya ini membuat perusahaan Anda harus membayar mahal. Kesalahpahaman banyak terjadi karena budaya tidak mau mendengarkan dan tidak mau bertanya ini.
Agar Anda memperoleh informasi yang tepat, berlatihlah untuk membuat pertanyaan-pertanyaan yang efktif. Kedalaman informasi yang didapat tergantung dari ketepatan pertanyaan Anda.
Anda juga harus bertanya pada orang yang tepat. Bertanya kepada sembarang orang akan menjerumuskan Anda sendiri.
Jangan ragu lagi jika Anda tidak mengerti, kurang mengerti, tidak tahu, ingin lebih banyak informasi, bertanyalah.

6. Tepat Waktulah
Hargailah waktu Anda dan juga waktu orang lain. Sadarilah bahwa dalam hari yang sama Anda dan orang lain hanya menyediakan waktu bersih 7 hingga 8 jam sehari di perusahaan. Sadari juga bahwa Anda dan orang lain memiliki pekerjaan lain yang menunggu untuk diselesaikan.
Dengan saling menghargai dan menghormati satu sama lain maka tidak berat sebenarnya untuk bisa melakukan kegiatan dengan tepat waktu.
Kesediaan dan pengorbanan Anda untuk tepat waktu saat menghadiri rapat misalnya akan membuat rapat cepat dimulai, dan Anda tidak ketinggalan informasi.
Keharusan untuk tepat waktu sebenarnya sudah tidak perlu dinyatakan lagi secara tertulis. Seorang karyawan yang profesional dan sungguh mengerti tentang waktu, akan melakukannya dengan senang hati.
Etos kerja yang lain akan Anda dapatkan dalam eBook saya yang akan segera terbit.

Semoga Anda menjadi seorang ber-etos kerja unggul dengan artikel 6 Kiat Meraih Etos Kerja Yang Unggul ini

Sumber gambar: studyusa.com

Save

Save

Save

Save

Share This
Facebooktwittergoogle_pluspinterest

Leave a Reply