10 Tips Bagi Supervisor Baru

posted in: karyawan baru | 0
Share This
Facebooktwittergoogle_pluspinterest

 

Oleh Petrus Edi

10 Tips Bagi Supervisor Baru

10 tips bagi supervisor baru

Pertama kali saya bekerja, tahun 2000, saya mendapat job sebagai junior supervisor. Sebagai seorang fresh graduate, saya masih meraba-raba, mencari bentuk seperti apakah supervisor yang diperlukan perusahaan. Jauh hari kemudian saya bertanya pada diri sendiri apa yang sudah saya dapat dan apa yang mungkin berguna bagi orang lain yang mengalami masalah yang sama. Untuk Anda, saya akan sharing, berbagi.


Supervisor atau pengawas adalah jabatan dari sebuah struktur perusahaan yang bertanggung jawab mengawasi sebuah tim agar dapat berjalan atau berfungsi sesuai yang diharapkan.
Menjadi seorang supervisor adalah tentang mengembangkan tim Anda.

1. Menempatkan diri.
Kadang ada supervisor baru yang menempatkan diri akrab dengan setiap karyawan, anggota tim. Ini tidak baik. Anda adalah seorang pengawas, wakil perusahaan. Keakraban Anda akan menyulitkan diri sendiri dalam melakukan tugas. Jangan mencoba untuk menjadi teman semua orang. Ini tidak berarti Anda tidak ramah. Ada perbedaan. Pada titik tertentu Anda perlu mendisiplinkan karyawan atau menyampaikan berita buruk.

2. Adil dan setara bukan hal yang sama.
Karyawan ingin diperlakukan adil. Ini mungkin untuk bersikap adil dan tidak memberikan semua hal yang sama. Pengakuan adalah contoh yang baik. Semua orang menikmati diakui, tetapi semua orang tidak ingin diakui dengan cara yang sama.

3. Mintalah umpan balik dan masukan.
Anda tidak harus tahu segalanya. Seringkali supervisor baru menekankan pada diri sendiri dengan asumsi bahwa menjadi seorang supervisor berarti perlu memiliki semua jawaban. Tidak. Menjadi seorang supervisor berarti kita harus dapat menemukan semua jawaban, tidak semua jawaban yang terletak di kepala Anda. Anda dapat mengaktifkan umpan balik dan masukan dari karyawan. Mencatat menjadi penting. Karyawan menjadi tidak respek bila Anda menanyakan hal yang berulang-ulang.

4. Pelajari cara menjalankan meeting dengan baik.
Karyawan akan mengeluh jika meeting berlarut-larut. Meeting yang baik maksimal 1 jam. Jika 30 menit cukup mengapa harus lebih lama. Perlu membatasi diri mengenai topik yang harus dibahas. Menjaga pembicaraan agar tetap dalam lingkup topik menjadi penting.
Mengembangkan reputasi untuk memimpin meeting yang baik akan memberikan keajaiban bagi karir Anda. Karyawan akan menghadiri meeting dan berpartisipasi aktif sehingga muncul percakapan yang produktif dan hasil yang terukur.

5. Cari waktu untuk bersantai.
Sering kali sebagai supervisor baru dituntut kerja ekstra. Lakukan untuk membuktikan kemampuan, loyalitas, integritas Anda. Namun ingat, Anda harus mampu secara efektif dan membara mengelola beban kerja tanpa mengakibatkan Anda sendiri terbakar. Tim bergantung pada Anda, maka kondisi sehat dan energik amat diperlukan. Ambilah waktu untuk bersantai di luar jam kerja untuk merecharge kondisi dan semangat Anda.

6. Cari seseorang yang dapat Anda percaya.
Kadang sebagai supervisor, Anda akan memiliki akses ke informasi rahasia. Dan Anda akan mendengar hal-hal yang bisa membuat frustasi. Pengawas tidak selalu memiliki kemampuan untuk berbagi segalanya dengan karyawan. Anda perlu menemukan tempat di mana Anda dapat berbicara secara rahasia. Bisa saja ia adalah seseorang teman di tempat kerja, seseorang di rumah, atau kolega. Pastikan dengan benar-benar orang yang dapat Anda percaya.

7. Memberikan kesempatan meningkatkan keterampilan.
Baik Anda sendiri maupun karyawan Anda memerlukan peningkatan keterampilan. Ambil setiap kesempatan untuk meningkatkan keterampilan karyawan Anda. Bahkan dari pelatihan burukpun Anda bisa mendapatkan manfaat. Di setiap kesempatan yang ada, bombing setiap karyawan agar dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Ingat, hasil kerja karyawan yang baik akan mendukung perkembangan karir Anda.

8. Pelajari cara untuk mengatakan “tidak” dengan nyaman.
Kadang sebagai seorang supervisor baru merasa tidak memiliki standard sehingga menganggap hal yang diperintahkan sudah sewajarnya harus bisa dilakukan. Akibatnya lebih banyak mengatakan “ya”. Mampu untuk mengatakan “tidak” bila diperlukan, karena tidak mungkin dilakukan, adalah penting. Sama halnya dengan masih menerima makanan padahal perut sudah penuh makanan, kenyang, cobalah katakan “tidak”.

9. Memahami bagaimana Anda mengelola perubahan.
Bisnis adalah tentang perubahan. Suatu saat Anda dapat masuk ke ritme yang lambat namun tiba-tiba masuk proyek dengan ritme cepat atau ada perubahan rencana mendadak. Terbiasalah. Menyadari bagaimana Anda secara pribadi mengelola diri menghadapi proses perubahan proses dan membantu karyawan menyesuaikan diri terhadap perubahan.

10. Seni delegasi.
Anda tidak harus menyelesaikan setiap tugas sendirian. Namun Anda bertanggung jawab untuk memastikan semua tugas selesai.
Menjadi seorang supervisor adalah tentang mengembangkan tim Anda. Ketika tim Anda secara efektif dapat melakukan pekerjaan, maka Anda dapat mengikuti pelatihan, melihat pameran, atau mengikuti meeting dan unit kerja tidak berantakan. Itulah pekerjaan supervisor.

Semoga bermanfaat.

Tips apa yang Anda miliki untuk pengawas pertama kali? Silakan berbagi di komentar.
Sumber gambar: ipcswimming.org

Save

Save

Save

Save

Save

Share This
Facebooktwittergoogle_pluspinterest

Leave a Reply